feb-600

Apa yang terjadi pada saat serangan jantung?

Otot jantung membutuhkan nutrisi dan oksigen yang terdapat dalam darah secara terus menerus. Pembuluh koroner membantu jantung untuk memasok oksigen, sehingga apabila terkena penyakit jantung koroner, pembuluh koroner ini akan menjadi sempit dan darah tidak dapat mengalir dengan normal.

Penyebab serangan jantung paling umum adalah penumpukan lemak. Lemak, kalsium, protein dan sel yang meradang dapat menumpuk dan membentuk plak di bagian dalam pembuluh darah.

Di saat plak yang keras ini pecah, sel trombosit datang dan darah menggumpal disekitar plak sehingga menyumbat pembuluh darah. Dalam waktu singkat, sel-sel jantung akan mati yang berdampak kerusakan permanen (nekrosis) akibat proses iskemia (kematian jaringan akibat kekurangan oksigen). Rasa sakit yang timbul inilah yang dinamakan serangan jantung.
Serangan Jantung

Serangan Jantung

Otot jantung akan membaik sesaat setelah serangan jantung dan membutuhkan waktu sekitar 8 minggu. Seperti luka di kulit, jantung akan sembuh tetapi lukanya membekas. Daerah yang luka ini tidak dapat berkontraksi sehingga kemampuan jantung untuk memompa darah menjadi berkurang, tergantung dari besar dan lokasi dari luka tersebut.

Tanda-Tanda Serangan Jantung Koroner

Sayangnya, kebanyakan orang sering tidak menghiraukan tanda-tanda dari serangan jantung. Banyak yang salah mengartikan sebagai nyeri lambung.

Tanda-tanda tersebut adalah :

    • Nyeri atau sakit di tengah2 dada sampai beberapa menit
    • Sesak nafas, rasa berat pada dada (seperti ditindih sesuatu yang berat)
    • Sakit menjalar sampai ke bahu, leher, atau lengan kiri
    • Keringat dingin, mual, muntah, atau pusing

Apabila mengalami gejala di atas, sebaiknya segera dilarikan ke rumah sakit/ unit gawat darurat terdekat.

Medical Check Up (MCU)

Sehat tidak dapat diartikan dengan tidak merokok, usia muda, aktif berolahraga, tidak gemuk, dan kuat. Faktor genetik dapat mempengaruhi kadar kolesterol dan faktor resiko lainnya menjadi unsur pembentukan plak pada pembuluh darah koroner jantung. Kurus atau gemuknya tubuh seseorang, tidak menjamin rendah tingginya kadar kolesterol.

Dengan melakukan Medical Check Up, kita dapat melihat faktor lain seperti: kenaikan fibrinogen, agregasi trombosit, kenaikan asam urat, kenaikan Lp(a), apoB, hs CRP, penurunan Apo A.

Semakin lengkapnya MCU, resiko terdeteksinya penyakit jantung semakin tinggi. Pengendalian faktor resiko sedini mungkin merupakan program pencegahan dengan kemungkinan keberhasilan yang tinggi.

Tes untuk melihat faktor resiko terjadinya serangan jantung


    • Elektrocardiogram (EKG) pembacaan impuls listrik jantung.
    • Tes darah
      • Profil Lemak
        • Kolesterol total
        • HDL: Kolesterol baik, yang membuang kolesterol berlebih dari sirkulasi darah.
        • LDL: Kolesterol jahat, mengendap di dalam jaringan dan organ.
        • Small dense LDL direk mg/dL : Struktur LDL yang lebih berisiko menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Kadar ideal di bawah 35 mg/dL.
        • Lp(a) : Kadar Lp(a) yang meningkat, resiko untuk penyumbatan dalam pembuluh darah meningkat
        • Apo A : Membantu HDL untuk membuang endapan kolesterol berlebih dari sirkulasi darah.
        • Apo B : Untuk transportasi LDL masuk ke dalam sel-sel tubuh.
        • Trigliserida : Salah satu bentuk lemak di dalam tubuh,sebagai sumber utama dari energi. Bila kadar amat tinggi, menaikkan resiko terjadinya pancreatitis dan stroke.
      • High sensitivity CRP : mengevaluasi resiko penyakit jantung
      • Fibrinogen & agregasi trombosit : melihat fungsi fibrinogen dan trombosit yang berfungsi untuk penggumpalan darah
      • LDH : indikator umum kerusakan jaringan
      • CKMB mass : enzim yang terdapat di jaringan jantung, kadar akan meningkat setelah terjadi kerusakan (serangan jantung koroner)
      • NT-ProBNP : untuk mendeteksi, mendiagnosis, dan evaluasi seberapa parah kerusakan jantung (otot jantung membesar /hipertrofi).
      • Troponin I: Protein yang hanya terdapat di jantung. Di saat terjadi kerusakan pada sel jantung, kadar Troponin I akan naik.
      • Homocysteine: Kadar tinggi protein menyebabkan resiko penyumbatan pembuluh darah lebih tinggi.
      • Elektrolit Na, K, Cl : memantau status elektrolit dan memantau terapi pada penyakit jantung.
      • Tekanan darah, hipertensi (systole >120 mmHg atau diastole>80mmHg)


    • Keluhan dan klinis yang khas
    • Elektrocardiogram (EKG) – STEMI
    • Tes darah :
      • CKMB Mass
      • Troponin I

Comments are closed

Cabang Kedungsari

Senin-Jumat: Jam 6.30-20.00 Sabtu: 06.30-12.00

(031) 531 2981

(031) 532 2565

kedungsari@labkedungdoro.com

Jl. Kedungsari 84A, Surabaya 60261

Minggu & Hari besar tutup.

Cabang Kertajaya

Senin-Jumat: Jam 6.30-15.00 Sabtu: 06.30-12.00

(031) 5031 927

(031) 5031 652

kertajaya@labkedungdoro.com

Jalan Kertajaya 157, Surabaya 60286

Minggu & Hari besar tutup.

Head Office Kedungdoro

Senin-Jumat: Jam 6.30-15.00 Sabtu: 06.30-12.00

(031) 5344 841

(031) 5311 445

kedungdoro@labkedungdoro.com

Jl. Kedungdoro 169-171, Surabaya 60263

Minggu & Hari besar tutup.

Cabang BSD

Jln Pahlawan Seribu, Ruko Golden Boulevard Blok Q28. BSD City Serpong

Hubungi Kami

Nama Anda(harus diisi)

Email (harus diisi)

Judul

Pesan Singkat

Ketik Ulang
captcha