osteoporosis

Apa itu Osteoporosis?

Osteoporosis disebut juga tulang keropos. Tulang kita terdiri dari bagian luar yang kuat dan bagian dalam yang mengandung kolagen, kalsium dan mineral lainnya.

Osteoporosis adalah penyakit tulang sistemik yang ditandai oleh penurunan densitas massa tulang dan perburukan mikroarsitektur tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah.

Osteoporosis dapat mengenai semua tulang tetapi yang paling umum adalah tulang-tulang pergelangan tangan, tulang belakang dan tulang panggul.

Massa tulang puncak atau keadaaan dimana tercapainya kepadatan tulang secara maksimal dicapai pada usia 20-an akhir atau awal 30-an, setelah itu secara bertahap massa tulang berkurang oleh karena proses perusakan tulang tidak diimbangi dengan proses pembentukan tulang.

Apa yang menjadi penyebab terjadinya Osteoporosis?

  • Massa tulang puncak yang memadai tidak tercapai
  • Ketidakseimbangan pada proses remodeling tulang
  • Resorbsi/penyerapan tulang lebih besar dari pembentukan

Apa saja yang menjadi faktor resiko Osteoporosis?

  • Wanita lebih beresiko daripada pria
  • Wanita pasca menopause atau menopause dini
  • Semakin tua usia, semakin besar resiko osteoporosis
  • Memiliki riwayat keluarga mengalami patah tulang/retak/ osteporosis.
  • Menggunakan obat kortikosteroid jangka panjang
  • Terlalu kurus atau berat badan rendah
  • Kurang asupan kalsium dan vitamin D
  • Beraktifitas kurang atau berlebihan
  • Mengkonsumsi alkohol atau kafein berlebihan
  • Memiliki penyakit lain, seperti gagal ginjal, hipotiroid, malabsorpsi

Bagaimana tanda-tanda terjadinya Osteoporosis?

  • Sakit punggung dikarenakan keretakan pada tulang punggung
  • Perubahan tinggi badan
  • Postur tubuh membungkuk
  • Terjadinya patah tulang di pergelangan tangan, tulang belakang atau panggul setelah terjatuh atau dikarenakan trauma yang ringan.

Osteoporosis

Bagaimana mengetahui kondisi tulang?

Bone Mineral Density (BMD)

Suatu pemeriksaan yang mengukur densitas/kepadatan mineral dalam tulang dengan sinar X khusus, CT scan atau ultrasonografi.

Informasi ini menunjukkan kepadatan tulang saat pemeriksaan dilakukan. BMD tidak dapat memprediksi densitas tulang pada waktu yang akan datang.

Lab Kedungdoro (Jl. Kedungsari 84A) mengerjakan USG Tulang, bila hasil T-score di bawah minus 2.5 berarti osteoporosis. Hasil antara minus 1 dan minus 2.5 berarti osteopenia ( awal dari osteoporosis).

Pemeriksaan Laboratorium : Penanda Biokimia Tulang

Pemeriksaan ini menggunakan sampel darah, mewakili proses reformasi tulang, sehingga memberikan informasi mengenai ketidakseimbangan potensial antara pembentukan dan resorbsi tulang.

Risiko tulang patah/retak sebagai dampak osteoporosis ternyata tidak selalu berhubungan dengan penurunan nilai BMD, sehingga dibutuhkan kombinasi dengan pemeriksaan penanda tulang yang lebih baik.

Pemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan metabolisme kalsium yang meliputi kalsium total, fosfat, kalsium urine, fosfat urine. Penanda biokimia tulang seperti fosfatase alkali serum. Vitamin D3 (25-OH) Total tersedia di Lab Kedungdoro untuk mengetahui kesehatan tulang.

Bila hasil kurang dari 30 ng/mL (75 nmol/L), berarti tulang tidak sehat sehingga mudah osteopenia maupun osteoporosis.

Tes Laboratorium Rutin Osteopenia/ Osteoporosis:

1. Bone Densitometry atau USG Tulang (Lab Kedungdoro, Jln Kedungsari 84A)
Bila hasil T-Score antara minus 1 dan minus 2,5 berarti osteopenia (awal dari osteoporosis)
Hasil T-Score di bawah minus 2,5 berarti osteoporosis.

2. Kadar Kalsium (Ca) dalam darah menurun , kadar Fosfat (P/PO4) dalam darah meningkat disertai iPTH (Hormon Paratiroid) meningkat dan kadar Vitamin D3(25-OH) Total yang menurun.

Hal ini sering dijumpai pada penderita gagal ginjal ( eGFR < 15 mL/min ) dengan cuci darah /hemodialisis jangka panjang. Berlaku juga untuk eGFR kurang dr 30 mL/min tanpa hemodialisis dimana osteopenia sudah terjadi.

Keadaaan ini disebut Hiperparatiroidisme sekunder, karena Diabetes Melitus/ Hipertensi.

3. Vitamin D3(25-OH) Total: Mengetahui kesehatan tulang untuk resiko osteopenia maupun osteoporosis . Kekurangan Vitamin D dapat mengakibatkan penyerapan kalsium menurun.

Comments are closed

Cabang Kedungsari

Senin-Jumat: Jam 6.30-20.00 Sabtu: 06.30-12.00

(031) 531 2981

(031) 532 2565

kedungsari@labkedungdoro.com

Jl. Kedungsari 84A, Surabaya 60261

Minggu & Hari besar tutup.

Cabang Kertajaya

Senin-Jumat: Jam 6.30-15.00 Sabtu: 06.30-12.00

(031) 5031 927

(031) 5031 652

kertajaya@labkedungdoro.com

Jalan Kertajaya 157, Surabaya 60286

Minggu & Hari besar tutup.

Head Office Kedungdoro

Senin-Jumat: Jam 6.30-15.00 Sabtu: 06.30-12.00

(031) 5344 841

(031) 5311 445

kedungdoro@labkedungdoro.com

Jl. Kedungdoro 169-171, Surabaya 60263

Minggu & Hari besar tutup.

Cabang BSD

Jln Pahlawan Seribu, Ruko Golden Boulevard Blok Q28. BSD City Serpong

Hubungi Kami

Nama Anda(harus diisi)

Email (harus diisi)

Judul

Pesan Singkat

Ketik Ulang
captcha